A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Christian Worldview, 9 September 2016

Perikop Alkitab: Luke 16:1-9
Pengkhotbah: Ev. Edward Oei

Kesadaran adalah sesuatu yang sangat penting di dalam diri seorang manusia. Kesadaran secara fisik maupun juga kesadaran di dalam pikiran. Jika seseorang tidak sadar akan dirinya baik secara fisik maupun pemikiran maka orang itu tidak akan bisa menggali potensi yang ada di dalam dirinya. Sering kali kita terbuai oleh pikiran-pikiran yang mengatakan bahwa kita sudah hebat, kita sudah melakukan yang terbaik, dan kita tidak butuh pertolongan siapa pun juga. Dan akhirnya kita benar-benar tidak sadar bahwa diri kita sedang berada dalam bahaya.

Tuhan Yesus terus mengingatkan kita melalui pengajaran-Nya. Perumpamaan di dalam Injil Lukas 16:1-9 ini pun adalah salah satu cara Tuhan Yesus mengingatkan kita. Perumpamaan ini menceritakan tentang seorang bendahara yang tidak jujur. Bendahara ini akhirnya sadar akan kebobrokannya, sadar bahwa ia bila dipecat maka ia tidak bisa hidup, dan sadar akan posisi dia nantinya. Hal ini yang kemudian dipuji oleh Tuhan Yesus karena kesadaran dirinya yang begitu lemah dan membutuhkan pertolongan dari orang lain.

Hal ini mungkin sudah sering kita lupakan di dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen, kita sering kali merasa bahwa hidup saya yang sudah diselamatkan tidak lagi membutuhkan pertolongan. Kita merasa diri kita sudah kuat, kita bisa melakukan apa saja dan merasa hidup kita baik-baik saja padahal jika kita boleh sadar bahwa hidup kita begitu lemahnya, begitu rapuhnya bahkan untuk melawan dosa yang kecil pun kita tidak akan mampu. Tanpa bantuan dari Allah, kita ini bukanlah siapa-siapa. Yoh 15:5 Tuhan Yesus mengatakan “Apart from me you can do nothing.”

Biarlah perumpamaan ini boleh terus menyadarkan kita akan kelemahan kita, dan minta pertolongan Tuhan untuk memberikan kepada kita kesadaran akan kebobrokan kita, kesadaran akan kebergantungan kita terhadap Tuhan, dan kesadaran akan posisi kita di hadapan Tuhan. Marilah kita terus berdoa memohon kekuatan kepada Tuhan untuk menjaga kita dan menuntun hidup kita.

Refleksi oleh: Robert