A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Christian Worldview, 5 Agustus 2016

Pengkhotbah: Ev. Edward Oei

Kitab Kejadian 1:26 menyatakan: “Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, ..”

Apa itu gambar dan rupa Allah? Pengertian sederhananya adalah sebagai menyatakan Allah di dalam hidup kita. Ketika orang melihat hidup kita, tindakan kita, perbuatan kita, cara berpikir kita, perasaaan kita, dll, semuanya itu harusnya menyatakan Allah. Gambaran dan rupa Allah yang sempurna tampak pada diri Yesus Kristus, Allah yang berinkarnasi menjadi manusia dan hidup di dunia sebagai contoh bagaimana hidup sebagai gambar dan rupa Allah. Selama di dunia Yesus Kristus taat sepenuhnya menjalankan mandat Allah yang diberikan kepada-Nya hingga mati di atas kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan-Nya. Seperti itulah seharusnya kita sebagai manusia yang hidup sebagai umat tebusan Allah. Meneladani apa yang dilakukan oleh Kristus. Terus mengembangkan potensi yang diberikan Allah pada kita. Seluruh pengembangan potensi yang kita kerjakan semata untuk mewujudkan kehendak Allah di muka bumi ini demi menyatakaan kemuliaan-Nya.

“Mimpi” Allah dapat kita wujudkan salah satunya adalah dengan mengembangkan potensi yang diberikan kepada kita, belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh di masa kita sekolah dan kuliah. Jangan kita beranggapan bahwa Tuhan memberikan standar kepintaran yang berbeda, sehingga kita belajar seadanya dan sebisanya, yang juga membuat kita tidak berdoa kepada Tuhan meminta penyertaan waktu kita belajar, hanya berdoa meminta pertolongan waktu ujian ada di depan mata. Serta memakai waktu yang Tuhan berikan untuk membuang waktu. Membuang waktu entah itu bermain dengan teman, dengan laptop untuk sekadar hiburan, bermain dengan sesuatu yg jauh lebih tidak penting dibandingkan dengan mengintegrasikan firman Tuhan dengan kehidupan.

Potensi yang baik itu diberikan Tuhan kepada setiap orang. Tergantung bagaimana kita meresponinya. Kita perlu mencoba, melatih, mengembangkan, dan mengusahakan bukan untuk kesenangan, kepuasan, dan kebanggaan diri kita, tetapi dengan tujuan kembali untuk menjalankan tugas kita dan menyatakan kemuliaan Allah di dunia. Marilah sebagai generasi muda kita terus mengembangkan potensi yang diberikan kepada kita sesuai dengan ketetapan Allah di dalam hidup kita. Kiranya nama Kristus dipermuliakan melalui hasil karya dan hidup kita.

Refleksi oleh: Friska Tinneke