A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Christian Worldview, 15 Juli 2016

Pengkhotbah: Ev. Edward Oei

Dalam segala yang terjadi dalam hidup kita, percayalah bahwa Allah itu baik. Pemahaman ini bukan seperti ideologi yang dtawarkan zaman sekarang yang mengajarkan tentang “Think positive” untuk membuat perasaan lebih baik atau keyakinan lebih besar. Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu baik dan ini tidak pernah akan berubah. Ini adalah kebenaran.

Ketika kebenaran menjadi sesuatu yang relatif di dalam zaman posmodern ini, kita tidak tahu lagi apa yang baik. Kita baru bilang itu baik kalau kenyamanan diri, keuntungan diri, atau juga kepuasan diri terpenuhi. Sehingga hari ini, banyak sekali hal-hal yang kita keluhkan, karena sebenarnya hal-hal di atas juga tidak membuat kita puas. Mengapa?

Permasalahan sebenarnya adalah karena keberdosaan, kita tidak dapat melihat secara benar. Sejak permulaan, Allah telah menciptakan manusia baik adanya, tetapi kita sering mengeluh karena merasa apa yang Allah sudah tempatkan dalam diri kita itu tidak memuaskan kita. Hidung kurang mancung, mata kurang belo, dan lain-lain, lalu tenarlah operasi plastik. Kita rasa perlu menambahkan sesuatu, yang kita pikir kita perlu. Padahal dengan begitu, kita sedang menempatkan diri kita lebih pintar dari Allah yang sudah menciptakan kita.

Kalau kita membuat suatu barang ada tujuannya, apalagi Allah menciptakan manusia dengan seluruh kekompleksannya. Allah tidak iseng-iseng saja mencipta kita. Namun karena kita salah menilai diri, salah menaruh diri, dan tidak tahu melihat kebaikan Tuhan dalam hidup kita, maka kita terus men-drive diri ke arah yang salah dalam kekosongannya yang tidak ada habis-habisnya. Firman Tuhan mengajarkan kita bahwa kebaikan Allah adalah yang mendasari orang bisa hidup di dunia ini. Kita ada sekarang ini adalah karena kebaikan Allah. Kita masih bisa menikmati kehidupan ini adalah karena kebaikan Allah. Bahkan kekuatan kita untuk bisa melawan-Nya pun berasal dari kebaikan Allah.

Mari kita belajar untuk melihat kebaikan Tuhan dalam setiap detail kehidupan kita, sehingga kita tidak memperbudak diri kita dalam kesalahan penilaian atas hidup dengan terus mengeluh. Janganlah terus mengurung diri kita dalam kebodohan dan terus jalankan hidup dalam usaha menjaring angin. Mari menjadi bijak dan melihat kebaikan Allah dengan benar.

Refleksi oleh: Thressia Hendrawan