A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Christian Worldview, 11 November 2016

Pengkhotbah: Vic. Edward Oei

Kebahagiaan orang Kristen adalah kesukacitaan dalam mengikuti Allah. Sukacita dalam setiap kondisi kesesakan yang bahkan terlihat mustahil bagi kita untuk bisa bersukacita. Tetapi, benarkah kita bisa merasakan sukacita bahkan di dalam kesesakan dan penderitaan kita? Sebagai orang Kristen, kita mengerti bahwa Allah mempunyai rencana besar yang sedang dilaksanakan di dalam dunia ini. Kita bahkan mengerti bahwa kita juga diberikan hak istimewa untuk merasakan kasih Allah, menyaksikan penggenapan rencana-Nya, dan bahkan boleh hidup kembali bersama-sama dengan Allah pada akhirnya. Tetapi benarkah mata, pikiran, dan fokus hati kita benar-benar hanya tertuju kepada Allah sehingga, setiap kondisi yang ada tidak mampu menghalangi sukacita kita?

Sukacita yang seperti apa yang kita terima saat ini? Bila kita sadar akan fokus dan identitas kita, maka setiap hal yang kita lakukan tidak berbeda dengan apa yang kita mengerti dan terima sebagai fokus dan identitas kita. Sukacita kita akan dibentuk berdasarkan fokus dan identitas kita yang sesungguhnya. Tidak mungkin ada seseorang yang memiliki identitas dan fokus sebagai umat Allah, mampu mendapat sukacita dengan cara dari dunia yang menyatakan hidup tanpa Allah dan hanya hidup bagi diri. Sukacita tidak mungkin didapatkan bila pada dasarnya adalah hal yang bertentangan dengan identitas sejati. Sukacita yang didapatkan seperti itu hanya menimbulkan penderitaan yang dipaksakan. Karena pilihan di dalam menjalankan hidup ini hanya ada dua yaitu sebagai umat Allah atau sebagai orang yang tidak percaya. Kita tidak mungkin mampu menghidupi kedua pilihan hidup yang sangat berlawanan.

Perjalanan untuk kembali hidup sebagai umat Allah bukan bergantung pada rasio kita, tetapi di dalam tuntunan dan anugerah Tuhan. Perjalanan yang dimulai dengan pertobatan dan hati yang dihidupkan kembali untuk mau hidup kembali kepada Tuhan, inilah yang menjadi awal kehidupan baru kita. Awal yang seharusnya terus kita pertahankan secara konsisten untuk bisa hidup terus diperbarui kembali dan sesuai dengan kehendak Allah. Sukacita di dalam hidup yang telah diperbarui yang telah Allah berikan, inilah yang menjadi sukacita orang Kristen.

Sudah konsistenkah kita dengan identitas iman dan fokus hidup kita? Semoga kita tidak kehilangan berkat sukacita untuk hidup yang terus diperbarui di bawah pimpinan Tuhan.

Refleksi oleh: Karen