A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Christian Worldview, 21 Oktober 2016

Pengkhotbah: Vic. Edward Oei

Orang Kristen mempunyai identitas yang khusus karena ditebus oleh darah Yesus Kristus. Ini memberi tuntutan juga bagi orang Kristen untuk mengkhususkan hidupnya bagi Tuhan saja, atau dengan kata lain orang Kristen dituntut untuk hidup kudus. Kekudusan hidup atau mengkhususkan hidup bukan topik baru dalam kehidupan orang Kristen. Tentu kita mungkin sudah mendengarnya, setelah justification memang ada proses sanctification di mana orang yang ditebus melalui firman dan Roh Kudus terus disucikan.

Namun kita mungkin mempunyai demand yang lain sebagai orang Kristen. Kita yang tahu betapa hebatnya Theologi Reformed, akan sangat haus akan apa yang bisa diberikan oleh perenungan theologis ini. Theologi Reformed memberikan harapan akan hidup yang benar-benar terintegrasi seluruhnya, bahkan dalam pemikiran-pemikiran filsafat dan teknis. Namun dengan fokus kehausan ini kita bisa lupa dari fokus seharusnya yaitu relasi. Kita fokus kepada untung rugi diri dibanding berelasi dengan Tuhan. Kita harus berhati-hati ketika kita terus bertanya, “saya dapat apa setelah mendengar firman Tuhan?” Karena saat itu ada perbedaan tipis antara fokus kita kepada diri yang harus dipuaskan kehausannya, atau fokus untuk menunggu Tuhan menyatakan pengetahuan tentang-Nya.

Pada satu sisi ada permintaan atau kebutuhan dari manusia, namun di sisi lain jika permintaannya adalah pengetahuan yang komprehensif seperti Allah, jelas ini adalah permintaan untuk menjadi Allah. Kita hanya bisa mengetahui apa yang diberitahukan oleh Allah dalam hal apa pun itu. Allah mempunyai hak dalam hidup kita untuk memberi tahu apa pun kepada kita. Apa pun yang diberitahu oleh Allah yang harus kita aplikasikan dalam kondisi kita, maka di situ kita belajar bertumbuh dalam berbagai kondisi dan berbagai pengenalan kita akan Tuhan. Di situ jugalah kita belajar bertumbuh dalam hidup yang terintegrasi, termasuk dalam pemikiran dan kerohanian kita.

Kiranya refleksi singkat ini mendorong kita untuk belajar menundukkan diri dengan apa pun yang Ia berikan kepada kita di dalam kebaikan kedaulatan-Nya.

Refleksi oleh: Reynard J. Setiadi