A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Expository Preaching, 13 Oktober 2016

Perikop Alkitab: Ephesians 4:1-13
Pengkhotbah: dr. Diana Samara

“Jadilah dirimu sendiri” atau “Be yourself”, dua kalimat ini adalah kalimat yang sering kali kita dengar pada zaman ini. Suatu semangat zaman yang menekankan paham egosentrik sudah mengakar pada diri setiap orang , khususnya para pemuda dan kaum cendekiawan, dan dimanifestasikan di dalam kehidupan pribadi lepas pribadi.

Firman Tuhan hari ini membawa kita kembali mengerti bahwa kita tidaklah hidup dengan diri kita sendiri, untuk diri kita sendiri, ataupun demi diri kita sendiri. Tetapi, firman Tuhan membawa kita kepada suatu kesadaran bahwa kita adalah bagian dari satu Tubuh Kristus, yang di saat kita lemah maupun kuat, di saat kita bertumbuh maupun gagal bertumbuh, seluruh tubuh akan terkena pengaruhnya. Tetapi, di saat kita melihat kembali di dalam hidup sebagai umat Tuhan, paham individualistik ini pun sulit untuk dielakkan.

Sering kali kita berpikir bahwa dengan banyak mengikuti wadah yang disediakan di dalam gereja seperti melayani, belajar firman, mengikuti pembinaan, dan lain-lain, maka kita akan bertumbuh. Dan terkadang kita berpikir, di saat kita bertumbuh maka secara otomatis satu Tubuh Kristus akan bertumbuh juga. Akan tetapi ini adalah cara berpikir dengan arah yang terbalik. Pemikiran kita sering kali dimulai dari diri kita sebagai manusia, sebagai satu individu, akan keuntungan, kelebihan, kebutuhan, dan lain lain bagi diri maka baru Tuhan ataupun rencana Tuhan yang lebih besar akan mengikuti. Akan tetapi sebenarnya setiap hal di dalam dunia ini haruslah dilihat dari Tuhan yang besar dan manusia yang kecil akan mengikuti.

Di dalam pertumbuhan juga seperti itu. Kita mengira kita bisa bertumbuh dengan diri kita sendiri, dan jikalau kita bertumbuh maka Tubuh Kristus pun akan ikut bertumbuh. Akan tetapi bila kita mencoba bertumbuh tanpa mengerti apa yang menjadi fokus satu Tubuh Kristus, ataupun kita tidak peduli akan kebutuhan satu Tubuh dan kita berusaha bertumbuh sesuai dengan selera kita, maka kita sebenarnya tidak pernah bertumbuh. Pertumbuhan yang kita lihat hanyalah suatu fenomena, ataupun pertambahan suatu aspek yang sebenarnya tidak berguna sama sekali. Sama seperti sel kanker yang terlihat bertumbuh, yang terlihat bertambah banyak, yang terlihat masih berfungsi, tetapi sebenarnya sel tersebut bukan hanya tidak ada gunanya bagi penjamu, tetapi juga memberikan kerugian bagi tubuh tersebut. Apa yang menjadi nasib dari sel “kanker” tersebut? Demi kelangsungan hidup Sang Tubuh, maka sel “kanker” tersebut harus dibuang dan dimusnahkan.

Kita terus tertipu ataupun menipu diri kita sendiri. Kita kira dengan umur kita yang bertambah maka kita sedang bertumbuh. Kita kira dengan pembelajaran dan pengetahuan firman yang bertambah maka kita sedang bertumbuh. Kita mengira dengan talenta kita semakin dipakai di dalam pelayanan maupun posisi kita yang semakin tinggi di dalam stuktur kepengurusan gerejawi maka kita semakin bertumbuh. Padahal setiap hal itu, mungkin hanyalah fenomena semu yang sama sekali bukan menunjukkan keseluruhan hidup kita dan Tuhan tidak bisa ditipu.

Mari kita sekali lagi melihat di dalam diri kita. Apakah kita sedang bertumbuh? Dan apakah pertumbuhan kita berada di dalam atau di luar Tubuh Kristus? Dan jikalau di dalam Tubuh Kristus, apakah pertumbuhan kita mengikuti fokus dan pertumbuhan dari Tubuh Kristus itu sendiri secara utuh? Jikalau tidak, mari kita bertobat dan tunduk kepada kehendak Tuhan, tunduk kepada kehendak sang Kepala Tubuh yaitu Kristus sendiri.

Refleksi oleh: Alexander Herman William Ruhukail