A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Expository Preaching, 1 September 2016

Perikop Alkitab: Hosea 7:3-16
Pengkhotbah: Ev. Edward Oei

Perikop ini menceritakan tentang kerusakan kehidupan bangsa Israel. Bangsa Israel menilai yang tidak kelihatan berdasarkan apa yang kelihatan. Bangsa Israel melihat bahwa kondisi mereka yang jauh daripada pedang, aman, dapat rutin menjalankan ibadah, dan memberikan persembahan (yang kelihatan), merupakan tanda bahwa Tuhan menyertai mereka, bukti bahwa Tuhan memberkati mereka karena mereka mengasihi Tuhan (yang tidak kelihatan). Nabi Hosea menyatakan bahwa pemikiran seperti ini adalah pemikiran yang terbalik. Bukan apa yang kelihatan yang menentukan apa (nilai) yang tidak kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan memberikan definisi dan menilai perbuatan-perbuatan yang kelihatan. Bukan aktivitas rohani kita yang menentukan bahwa kita mengasihi Allah, karena kita bisa saja kelihatan rajin membaca Alkitab, sibuk pelayanan di sana-sini, tetapi ternyata memiliki hati yang sama sekali jauh dari mengasihi Allah. Kita perlu untuk memeriksa bagian hati kita yang paling dalam, apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Allah atau sebenarnya hati kita baru tenang dan bersukacita saat bersama dengan “kekasih-kekasih” yang lain; sama seperti Gomer yang secara tampak dari luar seolah-olah merupakan istri dari Nabi Hosea, tetapi sesungguhnya di hati terdalamnya dia memiliki banyak kekaasih-kekasih lain yang menjadi tambatan hatinya.

Sebagai mahasiswa, mendapatkan nilai ujian yang memuaskan merupakan hal yang membawa sukacita besar. Demi mendapatkan nilai yang memuaskan ini, kita akan rela untuk belajar hingga larut malam selama berhari-hari dan mengorbankan banyak hal – jam main, jam makan, bahkan jam tidur. Tetapi demi berelasi dengan Allah, hati kita bahkan tidak sanggup untuk mendorong badan kita mengerjakan hal yang dikehendaki Tuhan. Kita bahkan tidak rela untuk mengorbankan jam main, jam makan, apalagi jam tidur kita demi membaca beberapa lembar dari Alkitab, melatih diri kita untuk semakin mengenal Allah, mengasihi Dia sehingga dapat hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Kita rela “berkorban” demi kekasih-kekasih kita, tetapi tidak pernah rela berkorban untuk hidup bagi Tuhan. Kita hanya mau berkat-Nya, tanpa mau Diri-Nya. Seperti Gomer yang hanya mau menikmati status sebagai istri nabi Hosea, tetapi tidak pernah menginginkan diri nabi Hosea. Hosea 6:6 menyatakan bahwa Allah menyukai kasih setia dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah lebih daripada korban-korban bakaran.

Maka, pertanyaan penting yang harus kita temukan jawabannya adalah siapa atau apa kekasih hati kita? Kiranya kita berani memutuskan hubungan dengan kekasih-kekasih itu, dan berhenti berzinah terhadap Allah yang sudah menciptakan dan menebus kita untuk menjadi milik-Nya. Kiranya kita dapat menikmati sukacita dan ketenangan yang sejati hanya di dalam Allah saja.

Refleksi oleh: Widya Sheena