A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Expository Preaching, 4 Agustus 2016

Perikop Alkitab: Hosea 2:1-22
Pengkhotbah: Ev. Edward Oei

Dalam kehidupan sekarang ini kita sangat membutuhkan jaminan yang dapat memberikan ketenangan buat hidup kita, entah itu jaminan keuangan, kesehatan, pekerjaan, pendidikan, dan masih banyak lagi. Tetapi benarkah semakin banyak jaminan akan membuat hidup kita menjadi tenang atau kita hanya perlu satu jaminan saja? Inilah yang diambil di dalam perenungan khotbah dari kitab Hosea pasal dua. Kehidupan Gomer sebagai seorang istri dari seorang nabi Tuhan yang terlihat tidak jelas masa depannya, tidak ada jaminan di dalam keuangan, kesehatan, dan lain-lainnya, sehingga ia melacur kepada pria-pria lain yang seakan-akan dapat memberikan jaminan kepadanya dan membuat hidupnya menjadi lebih tenang.

Ini juga yang terjadi kepada bangsa Israel sebagai umat Tuhan. Kehidupan keluarga Hosea dan Gomer ini sebagai gambaran bangsa Israel yang tidak taat. Di sepanjang sejarah, bangsa Israel adalah bangsa yang diberkati, dituntun, dan disertai Tuhan, tetapi mereka justru berulang kali menolak Tuhan dan menginginkan allah-allah lain yang seakan-akan dapat memberikan kepada mereka jaminan ketenangan di dalam menjalani hidup ini. Akhirnya bangsa Israel ini dibuang oleh Tuhan.

Kita juga sebagai orang Kristen zaman sekarang tidak ada bedanya dengan bangsa Israel, kita percaya kepada Tuhan Yesus tetapi sekaligus juga kita percaya kepada allah-allah lain yang membuat hidup kita menjadi tenang. Kita bahkan tidak percaya bahwa Tuhan Yesus yang memimpin hidup kita. Ketika di hadapan kita hanya ada kabut yang membuat jalan menjadi tidak terlihat maka kita tidak akan berjalan karena kita takut akan masa depan yang tidak kelihatan bahkan ketika Tuhan menuntun kita selangkah demi selangkah pun kita masih tidak memercayai-Nya. Padahal di dalam Alkitab dikatakan bahwa “Akulah (satu-satunya) Jalan, Kebenaran, dan Hidup”. Yesus Kristus sendiri yang menyatakannya bahwa Ia adalah jaminan keselamatan bagi orang berdosa dan barang siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Masihkah kita tidak percaya, masihkah kita perlu allah-allah lain untuk menjamin hidup kita? Marilah kita boleh sadar siapa Tuhan kita dan kembali percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa dan sepenuh akal budi dan sepenuh kekuatan kita.

Refleksi oleh: Robert