A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Expository Preaching, 8 Desember 2016

Perikop Alkitab: Zephaniah 3:9-20
Pengkhotbah: Ev. Edward Oei

Bangsa Israel adalah satu-satunya bangsa yang diangkat menjadi umat Allah. Dan hal ini tentunya adalah suatu hal yang sangat membanggakan, salah satunya adalah ketika kita melihat di dalam sejarah bangsa Israel ketika mereka keluar dari tanah Mesir, Allah mengeluarkan mereka dengan begitu banyak mukjizat yang sangat luar biasa. Sebagai umat Allah, bangsa Israel harusnya menguduskan diri mereka dan menyatakan karakter Allah, yaitu menyukai kebenaran dan kekudusan Allah. Namun pada kenyataannya bangsa Israel tidak menyatakan karakter Allah, dan hal itu sangat menyakiti hati Allah.

Tuhan kemudian memperingatkan bangsa Israel (Kerajaan Yehuda) melalui nabi Zefanya supaya mereka bertobat karena hari penghukuman Tuhan sudah dekat. Hari di mana Tuhan akan menghancurkan Kerajaan Yehuda bila mereka tidak bertobat. Namun di samping berita penghukuman yang diberitakan oleh nabi Zefanya, Allah juga menyatakan tentang janji keselamatan. Hal itu bukan saja memberikan sukacita pada bangsa Israel tetapi juga bangsa-bangsa lain. Pada hari itu seluruh kelaliman disingkirkan Tuhan dan karakter dan gambar Allah kembali dinyatakan di dalam umat-Nya.

Lalu bagaimana dengan hidup kita? Sebagai umat Allah yang sejati, apakah kita sudah menyatakan karakter Allah di dalam hidup kita, atau justru kita jauh lebih rusak dari orang Israel? Bangsa Israel jatuh di dalam ketidakkonsistenan mereka dalam menghidupi setiap karakter Allah dengan setia, yang akhirnya membuat Allah “muak” dan Allah membuang mereka. Ironi memang. Kita tidak pernah bersukacita di dalam keadilan, kebenaran, kesucian, kita justru senang ketika kita melakukan yang sebaliknya, ketika kita berhasil mencuri dan tidak tertangkap, ketika kita malas dan tetap diberkati, dan seterusnya.

Kitab Zefanya menyatakan janji keselamatan pada hari Tuhan itu akan menyatakan seluruh karakter Allah di dalam dunia ini melalui kita yang adalah umat-Nya. Apakah kita sebagai umat Allah sudah sungguh-sungguh mempersiapkan diri kita menuju kepada hari Tuhan itu? Apakah kita secara konsisten menyukai karakter Allah dan menyatakan gambar-Nya di tengah-tengah dunia ini?

Mari sekali lagi kita bertobat dan meminta anugrah Tuhan untuk menguatkan kita agar terus setia di dalam menyatakan karakter Allah di dalam hidup kita menuju kepada hari Tuhan yang sudah mendekat itu.

Refleksi oleh: Billy Salvatore