A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Expository Preaching, 24 November 2016

Perikop Alkitab: Nahum 1:1-15
Pengkhotbah: Ev. Edward Oei

Kitab Nahum ini ditulis setelah Kerajaan Israel di bagian utara dihancurkan oleh Asyur. Tuhan sudah memberikan peringatan kepada bangsa Israel tersebut untuk bertobat dan kembali kepada-Nya namun mereka tidak melakukannya maka Tuhan menghukum mereka melalui bangsa Asyur. Nabi Nahum dibangkitkan oleh Tuhan untuk memberikan peringatan kepada bangsa Asyur yang telah dipakai menjalankan kehendak Tuhan menghukum kerajaan Israel. Nahum dipakai Tuhan untuk memperingatkan 3 hal kepada umat Tuhan dalam kerajaan Yehuda. Pertama mereka harus kembali beriman kepada Allah meskipun secara kelihatan kesannya Allah mereka sudah dikalahkan oleh dewa Asyur.

Poin kedua adalah bahwa Allah adalah Allah yang Mahakuasa yang menguasai seluruh sejarah. Memang Ia kelihatannya kalah karena umat-Nya dikalahkan oleh Asyur. Tetapi Nahum justru memberikan peringatan bahwa Asyur pun akan Tuhan hukum dan ini menyatakan bahwa Allah masih mengontrol sejarah dengan Kemahakuasaan-Nya. Poin ketiga adalah bahwa Allah adalah Allah yang baik kepada umat-Nya. Kerajaan Yehuda disadarkan bahwa meskipun Tuhan menghukum umat-Nya (Kerajaan Israel di Utara) melalui Asyur, Tuhan sendiri akan menyatakan kebaikan-Nya kepada Yehuda dengan menghukum semua yang memusuhi Allah. Bangsa Asyur pun akan dihancurkan.

Ketiga hal ini menyatakan pesan yang sangat penting bagi umat Tuhan di dalam zaman ini. Ketika menghadapi tantangan dunia dalam zaman ini, gereja Tuhan diajak untuk kembali beriman kepada Allah yang sejati, Allah yang Mahakuasa, dan Allah yang baik kepada umat-Nya. Bahkan penghukuman bagi musuh Allah sendiri pun dipakai-Nya untuk menyatakan kebaikan-Nya kepada umat-Nya. Mengapa hal ini begitu penting? Orang-orang Kristen dalam zaman ini menjadi orang yang seperti tidak memiliki iman kepada Allah Tritunggal, satu-satunya Allah sejati. Ketika ada masalah atau sesuatu peristiwa yang kita anggap mengancam hidup atau keselamatan kita, kita bukannya tetap bersandar kepada Allah yang kita mengaku percaya sebagai Yang Mahakuasa atas sejarah umat manusia, tetapi justru kita mengambil langka seribu dengan cara kita sendiri yang kita pikir dalam menyelamatkan diri kita. Di manakah iman kita kepada Allah dalam menjalankan bagian kita di dalam seluruh rencana-Nya tanpa memikirkan kenyamanan, keamanan, dan kenikmatan diri kita sendiri sebagai yang utama? Mari kita sebagai orang Kristen dalam zaman ini belajar bertumbuh di dalam iman kita yang semakin lama menyatakan hidup yang semakin banyak dipersembahkan kepada Tuhan sesuai yang Tuhan sudah tentukan dalam rencana-Nya. Dengan demikian kita akan mendapatkan rest yang berasal dari Tuhan sendiri.

Refleksi oleh: Aries