A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Expository Preaching, 10 November 2016

Perikop Alkitab: Joel 3:9-21
Pengkhotbah: Ev. Edward Oei

Siapa bilang umat Tuhan bisa lepas dari penghakiman Allah? Siapa bilang setelah kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, Tuhan tidak akan meminta pertanggungjawaban kita atas segala dosa kebebalan dan kemalasan kita saat tibanya “hari Tuhan”? Alkitab dalam Yoël mencatat bahwa umat Tuhan sendiri tidak akan terlepas dari penghakiman. Umat-Nya bahkan menjadi standar penghakiman bagi yang bukan umat Tuhan. Matius 24-25 juga menyatakan hal yang sama. Kita diberikan oleh Tuhan anugerah lebih besar untuk mengenal Kristus – kalau tidak menyebutnya teramat besar. Kepada kita, Tuhan menuntut pertanggungjawaban lebih besar, berdasarkan apa yang pernah Tuhan percayakan kepada kita. Gereja Tuhan akan dihakimi terlebih dahulu, berdasarkan standar Kristus yang telah menjalankan kehendak Allah Bapa dengan sempurna. Oleh karena itu seharusnya kita kembali merefleksikan dengan sungguh: bagaimanakah seharusnya kita hidup?

Bila kita adalah umat-Nya yang sesungghnya, meskipun kita berada dalam “pembuangan” atau penghukuman Allah yang sementara di dunia ini karena dosa-dosa kita, kita pasti akan berjuang untuk kembali hidup dan berusaha menyatakan kemuliaan Tuhan melaui hidup kita. Ini adalah ekpresi iman dari umat Allah yang sejati. Sekali lagi, bila kita sungguh adalah umat-Nya yang sejati, maka meski jumlah kita sangat kecil, umat Tuhan akan menunjukkan ekspresi yang nyata dan bukan suatu hal imaginatif yang terus kita risaukan. Namun bila kita setelah merasa tertegur oleh firman Tuhan, terus bebal dan tidak mau bertobat, sejujurnya Alkitab mengatakan bahwa Tuhan akan meminta pertanggungjawaban kita. Pemeliharaan Tuhan atas umat-Nya untuk bias kembali kepada-Nya ini merupakan wujud kesetiaan Tuhan akan perjanjian-Nya. Maka seperti yang disampaikan oleh Yoël: apakah kita umat-Nya? Umat yang sejati akan meresponi panggilan Tuhan dengan pertobatan dan mengerjakan keselamatan itu secara nyata. Sudahkah kita mengerjakan keselamatan kita, menantikan hari Tuhan sebagai umat yang sejati, yang tersebar di seluruh dunia?

Refleksi oleh: Eunice Limantara