A huge collection of 3400+ free website templates www.JARtheme.COM WP themes and more at the biggest community-driven free web design site

Refleksi Khotbah FIRES

Expository Preaching, 14 Oktober 2016

Perikop Alkitab: Ephesians 4:1-13
Pengkhotbah: dr. Diana Samara

Melanjutkan dari pembahasan sebelumnya, khotbah kali ini dari kitab Efesus pasal 4 ayat 12 hingga 13. Ada dua tema besar yaitu Works of Service (pelayanan) dan Body of Christ (Tubuh Kristus). Works of Service yang dinyatakan berbicara tentang pelayanan. Bagaimana kita semua manusia dipanggil untuk menjalankan kewajiban melayani Tuhan. Panggilan itu pun begitu nyata dan jelas, Tuhan berikan kepada kita melalui firman-Nya. Dengan implikasi bahwa, setiap firman Tuhan diberikan untuk mempersiapkan kita dalam melayani Tuhan Bagaimana selama ini kita berespon terhadap firman yang sudah Tuhan berikan? Khotbah hari minggu, persekutuan, Kelompok Kecil atau KTB, bahkan devosi harian yang kita baca, pada nyatanya kita menerima anugerah firman, tetapi masing-masing memiliki agendanya sendiri, yakni menjalankan kebalikan dari kehendak Tuhan, yaitu kehendak manusia. Diri ini menjadi tujuan dari setiap firman yang kita dengar. Entah untuk kepuasan emosi, ambisi, kepintaran, sekuritas, harga diri bahkan apa pun, yang penting diri ini terpuaskan. Dari egoisme hingga sampai pada kesombongan, berpikir jika diri ini tidak merasa terpuaskan maka ada yang salah dengan firman-Nya. Berbahaya sekali jika ini dibiarkan. Kita perlu sadar bahwa kita masih berdosa, dan teguran perlu datang. Jika ia datang, bersukacitalah, di sana ada pembentukan Tuhan supaya kita bisa betumbuh dengan baik. Sebagai satu Tubuh kita dipanggil, diikat oleh Roh Kudus menjadi satu kesatuan. Works of Service yang dilakukan bertujuan untuk membangun Tubuh Kristus. Pembangunan Tubuh Kristus ini terjadi dalam konteks komunal, tidak individual. Kita hanya bisa membangun saat bersama-sama, egoisme dan individualisme akan menghambat pertumbuhan kesatuan Tubuh Kristus. Maka ada hal kecil yang dapat kita mulai: belajar memiliki rasa peduli kepada sesama, dan mendorong serta membangun satu sama lainnya di dalam satu Tubuh dengan kepedulian yang sejati.

Percayalah, bila kita menjalankan dan memikirkan segala sesuatunya dengan Allah sebagai titik awal, serta keberadaan diri kita dalam Tubuh Kristus, maka akan membuat kita melihat dunia ini dengan kacamata dan hati yang berbeda. Mari berubah!

Refleksi oleh: Jessica Sung